Samarinda – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda terus berkomitmen meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan keterampilan yang produktif dan bernilai ekonomis. Kali ini, Rutan Samarinda bekerja sama dengan Mercy Ministry GBI RoCK Samarinda menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Aneka Kue Kering sebagai bekal keterampilan bagi WBP dalam mempersiapkan kehidupan setelah bebas.
Pelatihan tersebut diikuti oleh sejumlah WBP yang telah memenuhi persyaratan untuk mengikuti program pembinaan kemandirian. Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembelajaran secara langsung mulai dari pengenalan bahan baku, teknik pengolahan adonan, proses pencetakan, hingga tahapan pemanggangan berbagai jenis kue kering. Para peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias, menunjukkan semangat untuk memperoleh keterampilan baru yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Kepala Subseksi Bimbingan Kegiatan (Kasubsi Bimgiat) Rutan Kelas I Samarinda, Muhammad Abduh, mengatakan bahwa pembinaan kemandirian merupakan bagian penting dari proses pemasyarakatan yang bertujuan membekali WBP dengan kemampuan praktis sebelum kembali ke tengah masyarakat.
"Melalui pelatihan seperti ini, kami berharap WBP memiliki keterampilan yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang usaha secara mandiri setelah selesai menjalani masa pidana. Pembinaan bukan hanya membentuk sikap, tetapi juga membangun kemampuan agar mereka lebih siap menjalani kehidupan yang produktif," ujar Muhammad Abduh.
Ia juga menambahkan bahwa sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Mercy Ministry GBI RoCK Samarinda, menjadi salah satu strategi untuk menghadirkan program pembinaan yang lebih variatif, berkualitas, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh para WBP.
Pelaksanaan pelatihan ini merupakan wujud nyata komitmen Rutan Kelas I Samarinda dalam mendukung tujuan sistem pemasyarakatan, yaitu membentuk WBP menjadi pribadi yang mandiri, terampil, dan mampu berintegrasi kembali dengan masyarakat. Melalui bekal keterampilan pengolahan pangan, diharapkan para WBP memiliki kepercayaan diri untuk membuka peluang usaha serta meningkatkan taraf hidup secara mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
0 Komentar