Panen 900 Batang Pakcoy, Rutan Samarinda Perkuat Program Ketahanan Pangan

 


Samarinda — Program ketahanan pangan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Samarinda kembali menunjukkan hasil positif. Melalui budidaya hidroponik yang dikembangkan di lingkungan Rutan, sebanyak 900 batang pakcoy berhasil dipanen dalam kondisi baik dan siap dimanfaatkan.

Panen tersebut menjadi salah satu wujud nyata keberlanjutan program ketahanan pangan yang terus dikembangkan Rutan Samarinda. Pemanfaatan metode hidroponik menjadi pilihan dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia sekaligus mendorong kemandirian dalam menghasilkan tanaman pangan. Proses budidaya dilakukan secara berkelanjutan mulai dari penanaman, perawatan hingga masa panen.

Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal Rutan. Sebagian dari 900 batang pakcoy tersebut turut dibagikan kepada keluarga warga binaan. Pemanfaatan hasil panen ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya agar program ketahanan pangan dapat memberikan manfaat yang lebih luas.

Sementara itu, sebagian hasil panen lainnya dimanfaatkan sebagai bahan pangan bagi warga binaan. Dengan demikian, hasil budidaya hidroponik tidak berhenti pada proses produksi, tetapi dapat memberikan manfaat secara langsung dalam mendukung kebutuhan pangan di lingkungan Rutan.

Keberhasilan panen ini juga menjadi bukti bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi hambatan untuk mengembangkan kegiatan produktif. Melalui pengelolaan yang konsisten, lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan pangan sekaligus mendukung pelaksanaan program pembinaan yang produktif.

Rutan Kelas I Samarinda berkomitmen untuk terus mengembangkan program ketahanan pangan secara berkelanjutan. Selain mendukung pemenuhan kebutuhan pangan, kegiatan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat kemandirian dan produktivitas, sehingga memberikan manfaat bagi warga binaan, keluarga, serta lingkungan Rutan secara keseluruhan.

Posting Komentar

0 Komentar